Satu Lagi Auditor BPK KPK Tetapkan Jadi Tersangka

JAKARTA, Pantura News—Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu lagi auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. III menjadi tersangka kasus dugaan suap oknum pejabat pemerintah Kota Bekasi

JURU bicara KPK, Johan Budi SP, mengungkapkan hal itu dalam keterangan pers, Rabu (30/6) malam, di Jakarta. Sebagai tersangka adalah EH setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan sejak pekan lalu dan berakhir pada Selasa (29/6). “EH ditetapkan tersangka, sebelumnya statusnya hanya sebagai saksi. Ternyata ditemukan bukti-bukti kuat dugaan keterlibatan EH. Sejak kemarin hingga kini dia masih diperiksa sebagai tersangka,” ujarnya.

Dia menjelaskan, EH dijerat dengan pasal 12a atau pasal 5 ayat (1) dan ayat (2), dan atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), “Keterlibatannya cukup signifikan. Tapi saya belum bisa jelaskan apa karena masih didalami secara intensif,” jelasnya.

EH ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam di gedung KPK Jakarta. Dia dimasukkan ke dalam mobil tahanan pada pukul 22.20 WIB. Ketika ditahan, EH tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Ia langsung memasuki mobil tahanan bernomor polisi B 2040 BQ dengan dikawal beberapa petugas KPK.

Christine Sutjipto, pengacara EH menjelaskan, kliennya akan ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Namun, menolak berkomentar tentang kasus yang menjerat kliennya. “Saya belum bisa berkomentar karena ini kan masih dalam proses pemeriksaan penyidikan,” ujar Christine.

Johan Budi menambahkan, EH masih akan menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK. Dugaan sementara, dia diduga ikut menerima uang suap yang diterima oleh S. Suap itu diduga untuk memanipulasi hasil audit yang dilakukan BPK Jabar III terhadap laporan keuangan Pemerintah Kota Bekasi–yang intinya supaya hasil audit tersebut dinyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP).

Pekan lalu, KPK telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni Kepala Bidang Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bekasi, HS. Inspektur Wilayah Kota Bekasi HL dan Kepala Sub Auditoriat BPK Jabar Wilayah III S.

S ditangkap tim KPK karena menerima uang sebanyak Rp 200 juta dari HS dan HL. Dalam penangkapan, tim KPK juga menemukan uang senilai Rp40 juta dalam tas kerja S dan Rp32 juta yang tersimpan dalam sejumlah amplop di tas kerja S.

Saat ini HS ditahan di ruang tahanan Polres Jakarta Pusat sedangkan HL ditahan di Rutan Cipinang, sementara S ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.
Sebelumnya S dan HS ditangkap KPK di rumah S di kawasan Lapangan Tembak, Cikutra, Bandung. Berdasarkan keterangan S dan HS di lokasi, KPK kemudian berangkat ke Bekasi menuju kediaman HL yang kemudian ditangkap bersama S dan HS. Kemudian penyidik membawanya ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan awal, uang yang ditemukan itu akan dijadikan uang pelicin untuk mendapatkan hasil audit BPK berstatus Wajar Tanpa Pengecualian untuk Pemkot Bekasi. Akibat perbuatan tersebut, KPK menjerat para tersangka dengan pasal 5 ayat (1) dan atau pasal 5 ayat (2) dan atau pasal 11 dan atau pasal 12 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kominfo-Newsroom, MetroTV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: