LPM Kelurahan Adiarsa Gelapkan Iuran Rutin Warga?

KARAWANG, Pantura News—Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang diketuai oleh Dadang Sobari tidak realisasikan iuran rutin warga Kelurahan Adiarsa Timur sesuai peruntukkannya.
BERDASARKAN data-data yang dikumpulkan Pantura News setiap kepala keluarga dipungut sebesar Rp. 15 ribu per tahun. Sedangkan jumlah kepala keluarga di kelurahan tersebut mencapai 2.400 kepala keluarga (KK). Kalau dikalikan dengan Rp. 15 ribu per KK, maka estimasi penerimaan sebesar Rp. 36 juta. Sedangkan yang menjadi kolektor adalah para ketua rukun warga (RW), sehingga tak satupun kepala keluarga luput dari tagihan. Itu baru tingkat hunian. Sektor perusahaan, pertokoan dan pesawahan tetap dikenakan iuran yang jumlahnya lebih besar dari iuran setiap kepala keluarga.

Maka disinyalir penerimaan iuran tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Pengenaan iuran tersebut hanya berdasarkan kepada musyawarah Kelurahan Adiarsa Timur untuk membiayai pembangunan, honor Ketua RW dan RT di wilayah Kelurahan Adiarsa Timur. Akan tetapi fakta di lapangan beberapa ketua RW dan RT belum pernah menerima honor. Sedangkan tanda terima pembayaran di tandatangani Ketua LPM Dadang Sobari dan mengetahui Kepala Kelurahan Adiarsa Timur, Asir Natawijaya.

Dadang Sobari yang dikonfirmasi Kamis (17/6) di kantor Kelurahan Adiarsa Timur membantah melakukan pungutan tahun 2010. Alasannya, karena tupi belum selesai dicetak. “Tupi belum saya serahkan dan formatnya sudah berubah,” ujarnya. Namun ketika tanda pembayaran diperlihatkan, Dadang balik berkelit, “Selama ini saya hanya terima 40 persen dari setiap pungutan dan kami bagi-bagi dan bayar makan-makan. Sedangkan 60 persen tinggal di RW dan RT,” jelasnya.

Camat Karawang Yimur, Toni Mulyani saat dikonfirmasi Pantura News beberapa jam kemudian di kantornya mengatakan, LPM harus melaksanakan pembangunan di Kelurahan Adiarsa Timur. Dan juga harusnya membayar honor ketua RW dan RT. “Besok saya panggil lurah dan ketua LPM Adiarsa Timur,” tandasnya.

Ketua LPM itu didampingi oleh Lurah Cece Suhendar pengganti Asir Natawijaya, justru tidak tahu soal pungutan kepada warga di wilayah pemerintahannya. “Saya baru menjabat lurah dan dilantik 5 Mei 2010,” katanya. Tapi disayangkan Cece tidak menyatakan sikap soal pungutan tersebut, selain tampak bingung dengan wajah merah.

Camat Karawang Barat, Drs. H. Mawardi Mursid, yang dikonfirmasi Senin (28/6) mengatakan, iuran tersebut untuk honor RW dan RT dalam setahun. “Ketua RW dan RT honornya tidak ada dalam APBD Karawang,” ujarnya. (AU).

Pengenaan iuran tersebut melibatkan oknum pemimpin redaksi media cetak lokal dwi mingguan PANTURA, Agus Sanusi. “Ini Pak Agus wakil saya,” ujar Dadang sembari menghunjuk Agus yang tengah duduk bersamaan di kantin Kelurahan Adiarsa, Senin (28/6). Saat wartawan Pantura News balik bertanya, “Agus kan pemimpin redaksi tabloid PANTURA, bagaimana dia bisa terlibat sebagai pengurus?” Dadan bergeming dan melanjutkan kongkow-kongkow dengan Sanusi. Sementara Cece yang nimbrung ngerumpi, sekejap raib.

Persoalannya sekarang, kata salah seorang warga, iuran kepada warga bisa dilegalkan selama peruntukannya kepentingan warga. Tapi dana yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah, jaksa harus usut tuntas karena sudah beraroma korupsi.

Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat. Setiap penghuni dikenakan Rp. 10 ribu. H Darmo Sastra Ganda sulit dikonfirmasi. Di kelurahan tersebut terdapat 3.735 KK diluar toko dan kios sertapesawahan. Cahya selaku lurah mengatakan, pihaknya tidak campur tangan karena urusan LPM. “Iuran itu untuk honor ketua RW dan RT,” ujarnya. (PN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: