Harga Sembako Terus Naik

PURWAKARTA, Pantura News—Sejumlah pedagang di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat, telah mematok harga yang lebih tinggi untuk beragam komoditi yang mereka jual, Minggu (27/6). Ayam potong, misalnya, yang naik hingga seratus persen per kilogram.

BERBAGAI faktor disebut sebagai penyebab kenaikan harga ini. Mulai dari memanfaatkan momentum naiknya tarif dasar listrik, kebutuhan biaya sekolah anak hingga pasokan barang yang berkurang.

Sejumlah komoditi bahkan tercatat naik lebih dari 100 persen. Bawang putih, misalnya, semula harganya hanya 18 ribu rupiah per kilogram namun sekarang sudah mencapai Rp 40 ribu. Itupun dengan stok yang tidak terjamin. Beberapa pedagang memperkirakan kecenderungan kenaikan harga ini akan terus berlanjut hingga puasa mendatang.

Harga Meroket, Omzet Pedagang Turun Drastis
Subang: Harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah daerah terus merangkak naik. Di Subang, Jawa Barat, misalnya dalam sepekan terakhir harga sayuran dan bahan kebutuhan pokok lain mengalami kenaikan yang drastis. Kenaikan harga disertai sulitnya pasokan barang di pasaran.

Pantauan di Pasar Sukamandi, Ciasem, Subang, Senin (28/6), harga sayuran naik drastis. Harga cabai merah yang sebelumnya Rp 18 ribu sekarang dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilogram. Cabai rawit yang semula Rp 14 ribu sekarang jadi Rp 30 ribu per kilo. Harga bawang merah juga naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 20 ribu rupiah per kg.

Kenaikan harga juga terjadi kebutuhan pokok lain seperti telur dan gula. Kenaikan harga juga disertai sulitnya pasokan barang di pasaran. Ini berdampak pada omzet penjualan yang turun sampai 60 persen. Pedagang yang biasanya sehari mendapat pemasukan Rp 400 ribu, sekarang hanya Rp 150 ribu.

Kenaikan tertinggi terjadi pada harga telur ayam yang mencapai 30-40 persen. Harga telur yang semula Rp.11 ribu per kilogram naik menjadi Rp 15 ribu. “Kami jadi pusing menjualnya,” kata Hasan, salah seorang pedagang grosir di Dawuan. Dia memperkirakan harga telur akan terus naik bahkan hingga Rp 17 ribu per kilogram.

Telor merupakan kebutuhan pokok yang paling banyak dikonsumsi masyarakat mulai dari lapisan atas hingga bawah. Komoditi lain yang harganya ikut terkerek yakni gula pasir dari semula hanya seharga Rp.8.000 per kilogramnya, sekarang menjadi Rp.9.000. “Harga gula juga akan terus ikut bergejolak,” timpal Otong, pedagang lainnya. Harga bahan pokok yang masih relatif bisa bertahan yakni terigu seharga Rp.4.000 per kilogram dan minyak goreng curah masih bertahan di kisaran harga Rp.8.700 per kilogramnya.

Harga Beras Melayang di Karawang
Karawang: Harga beras naik di Pasar Induk Johar, Karawang, Jawa Barat, Senin (28/6). Kenaikan dipicu gagal panen dan rencana penaikan tarif dasar listrik, Juli mendatang. Kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis beras, dari rendah, medium, hingga super. Kenaikan berkisar antara Rp400 hingga Rp500 tiap kilogram. Misalnya, beras IR 64, semula dilepas Rp5.000 per kg, kini Rp5.400 per kg.
Beras jenis medium mencapai Rp6.000 per kg. Sedangkan jenis super semula dijual Rp5.800 per kg menjadi Rp6.300 per kg. Kenaikan praktis berimbas pada sepinya pembeli di pasar induk terbesar di Karawang.

Seorang pedagang bernama Joy mengeluh kenaikan harga terpicu penurunan kualitas beras. Pasalnya, sejak musim penghujan, kualitas beras di bawah standar. Pasokan menurun hingga 20 persen. Pedagang juga khawatir karena bulan puasa kian mendekat. Kenaikan harga diprediksi hingga dua bulan mendatang hingga musim panen berikutnya. Ant,Lip6,Tempo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: