DPD Usul Agar Kenaikan TDL Ditunda Hingga Habis Lebaran

JAKARTA, Pantura News – Pemerintah berencana akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada 1 Juli 2010 nanti sebesar 15 persen. Menyikapi rencana kenaikan tersebut, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengusulkan agar pemerintah menunda rencana tersebut.

“DPD ingin mendukung penundaan kenaikan TDL pada 1 Juli nanti, hingga setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas saat jumpa pers di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (28/6).

Kenaikan TDL ini, menurut Hemas sangat terasa bagi rakyat kecil, terutama bagi para pengusaha kecil menengah. Sehingga, rencana kenaikan ini perlu dipertimbangkan ulang.
“Naik tidaknya tarif listrik masih perlu dihitung lagi,” ujar istri Sultan Hamengkubuwono X tersebut.

Usulan penundaan kenaikan TDL ini baru akan diparipurnakan oleh DPD pada 8 Juli mendatang. Sementara pada 7 Juli nanti, semua anggota DPD akan menggelar rapat kerja dengan para gubernur, bupati, dan walikota untuk menjaring masukan dari berbagai daerah tentang rencana kenaikan TDL.

Menurut Ketua Komite II DPD RI, Bambang Susilo, kenaikan TDL bertentangan dengan UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dalam UU tersebut, Pemda diberi kewenangan untuk mengembangkan sistem ketenagalistrikan, menetapkan tarif (regional), serta menanggung sebagian subsidi listrik yang selama ini ditanggung pemerintah pusat.

Bambang menjelaskan, sangat ironis jika pemerintah menaikkan TDL, tetapi di sisi lain pelayanan belum maksimal. Hal senada juga dikatakan oleh anggota DPD asal Maluku, John Piris. Ketua Komite IV DPD RI ini mencontohkan, di daerahnya, dalam satu hari saja listrik mati hingga 4 kali. “Logikanya mana yang dipakai. Masalah kelistrikan tidak bisa diatasi dengan baik kok malah menaikkan harga,” kesalnya.

DPD memang belum menemukan kata sepakat soal rencana kenaikan TDL ini. Jika GKR Hemas mengusulkan penundaan, maka John Piris mengusulkan jumlah besaran kenaikan TDL yang diturunkan. “Harusnya 5 persen saja,” ujarnya.

Menyikapi perbedaan usulan tersebut, DPD akan membahasnya dalam sidang paripurna DPD 8 Juli mendatang. Pemerintah direncanakan akan menaikkan TDL listrik pada 1 Juli 2010. Tarif yang dinaikkan adalah pelanggan mulai 1.300 VA ke atas.

Kenaikan TDL Tak Jamin ‘Good Bye’ Byarpet
Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli mendatang tak akan menjamin persoalan pemadaman bergilir ataupun penambahan rasio elektrifikasi rampung begitu saja. Peningkatannya juga tidak akan signifikan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Refor Miner Institute Pri Agung Rakhmanto di Warung Daun Cikini, Selasa (29/6). “Masyarakat perlu tahu kenaikan TDL sekarang tak akan berdampak pada perbaikan pelayanan listrik, pemadaman bergilir tak akan hilang begitu saja, rasio elektrifikasi tak akan berubah, jaringan juga tak berubah,” tuturnya.
Mengapa? Pri Agung mengatakan, hasil kenaikan TDL nantinya cuma akan digunakan untuk menutup perubahan tambahan subsidi listrik di APBN 2010. Tercatat, tambahan subsidi listrik di APBN 2010 sebesar Rp 22,17 triliun.

Sementara itu, menurut perhitungan terhadap penambahan subsidi listrik akibat perubahan asumsi ICP (Indonesia Crude Price), pemerintah hanya mengajukan tambahan subsidi sebesar Rp 17,30 triliun ke DPR. Jumlah ini tentu belum dapat menutup selisih dengan tambahan subsidi yang dianggarkan di APBN 2010.

Kenaikan cuma akan digunakan untuk menutup selisih sebesar Rp 4,87 triliun. “Jadi, jangan terlalu kaget kalau masih ada pemadaman bergilir lagi setelah kenaikan TDL,” tandasnya. SN

Iklan

One Response to DPD Usul Agar Kenaikan TDL Ditunda Hingga Habis Lebaran

  1. nurrahman18 says:

    semoga malah ga jadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: