Royah Disiksa Majikan Sampai Buta

KARAWANG, Pantura News—Seorang TKW asal Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, disiksa majikannya di Jeddah, Arab Saudi, hingga penglihatan sebelah kanannya kabur atau buta.

TENAGA kerja wanita (TKW) asal Karawang bernama Royah binti Usen (38) itu mengaku penglihatannya kabur setelah disiksa majikannya, Ny Marwah dan Rebab, selama lebih dari satu tahun, di Jeddah.

ilustrasi“Mata saya buta sebelah karena penyiksaan majikan. Awalnya, keluar darah dari mata sebelah kanan saya saat dipukul majikan. Tetapi, lama kelamaan saya tidak bisa melihat. Sampai sekarang, saya menderita buta sebelah,” kata Royah, di Karawang, Jumat (25/6).

Tak hanya itu saja di pipi kiri Royah juga terdapat luka akibat disetrika oleh Marwah, majikannya di Arab Saudi.
Ia mengaku selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jeddah, hampir setiap hari mendapat penyiksaan dari majikan. Jenis siksaan yang dialami itu ialah dipukuli, disiram air mendidih, mata sebelah kanan ditusuk dengan jari, dan disetrika.

Alasan majikan melakukan penyiksaan, katanya, cukup sederhana, yakni karena pekerjaan rumah yang dilakukannya dinilai kurang bagus dan rapi. Dengan penyiksaan yang dialaminya itu, Royah mengaku hampir di sekujur tubuhnya terasa sakit, terdapat bekas luka, dan penglihatannya kabur.

“Saya baru diberi gaji dua bulan, padahal saya sudah lebih dari dua tahun bekerja di rumah majikan di Jeddah,” kata Royah. Dikatakannya, selama lebih dari dua tahun bekerja di Jeddah, pada Juni 2010 ia dipulangkan majikannya.

Royah yang berangkat ke Jeddah sebagai TKW melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Bukit Mayak Asri, pada 29 Maret 2008 sampai ke rumahnya pada 19 Juni 2010, dengan kondisi badan yang cukup memprihatinkan ditandai dengan banyaknya bekas luka di sekujur tubuhnya.

Saat mendatangi Sekretariat Buruh Migran Pasundan di Karawang Timur, baru-baru ini, Royah menceritakan nasibnya. Sejak kerja di rumah pasangan Rebab dan Marwah di Jeddah, Arab Saudi, dirinya kerap disiksa tanpa alasan yang jelas.
Tak hanya disiksa, gaji Royah sebesar Rp 21,8 juta juga belum dibayar sepenuhnya.

Royah berangkat ke Rumah Sakit Polri Jumat (25/6), Jakarta, didampingi sejumlah anggota Serikat Buruh Migran Karawang. Dia berharap, PJTKI PT Bukit Mayak Sakti yang memberangkatkan dirinya mau membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Setiap Bulan 100 Kasus TKW di Karawang
Solidaritas Buruh Migran Karawang, Jawa Barat, mencatat rata-rata kasus tenaga kerja wanita (TKW) setiap bulannya mencapai 100 kasus. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan serius menangani masalah tersebut.

“Kejadian yang menimpa TKW (tenaga kerja wanita) itu cukup tinggi setiap bulannya, tetapi terobosan dari pemerintah dalam menangani kasus seputar TKW itu belum terlihat,” kata anggota Solidaritas Buruh Migran Karawang (SBMK), Mahpudin, di Karawang, Minggu (27/6).

Dikatakannya, banyak jenis kasus TKW dari rata-rata kejadian 100 kasus tersebut. Selain kasus penganiayaan yang dialami TKW di luar negeri, yang paling menonjol ialah kasus hilang kontak antara TKW dengan anggota keluarganya di Tanah Air.

“Kami banyak menemukan dan mendapat laporan mengenai anggota keluarga yang hilang kontak dengan TKW saat sudah berangkat ke luar negeri. Kasus ini paling banyak terjadi setiap bulan, dibandingkan dengan kasus lain yang menimpa TKW,” katanya.

Ia menilai, kasus hilang kontak antara TKW dengan anggota keluarganya di Tanah Air wujud dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib TKW. Padahal, keberangkatan TKW ke luar negeri ikut menyumbang devisa yang cukup banyak ke pemerintah.

Jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah serius serta perhatian dengan nasib TKW, tidak akan ada anggota keluarga yang hilang kontak dengan TKW tersebut.
“Pengontrolan pemerintah terhadap TKW juga masih minim, sehingga hampir setiap bulan banyak kasus hilang kontak antara keluarga dengan TKW itu sendiri,” katanya.

Sesuai dengan laporan terakhir pada Juni 2010 yang diterima Solidaritas Buruh Migran Karawang, kasus TKW dialami Royah binti Usen (38), warga Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, Karawang.
Penglihatan sebelah kanan Royah kabur atau buta akibat disiksa majikannya di Jeddah, Arab Saudi. Hal itu terjadi setelah dirinya mendapat siksaan dari majikannya yang berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Royah berangkat ke Jeddah sebagai TKW melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Bukit Mayak Asri, pada 29 Maret 2008. Ia pulang pada 19 Juni 2010, dengan kondisi badan yang cukup memprihatinkan ditandai dengan banyaknya bekas luka di sekujur tubuhnya. (Ant)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: