Cikarang Pusat Perdagangan kok Jorok?

CIKARANG, Pantura News—Pengemudi kendaraan roda dua dan empat jengkel setiap melintas di ruas jalan Yos Sudarso Cikarang dekat rel kereta api yang tidak ubahnya seperti kolam. Jalan Yos Sudarso tiap hari macet, bukan karena pengemudi tidak tertib lalu lintas, melainkan karena dihadang kolam-kolam yang ada di ruas jalan.

SELAIN kota tertua, pusat perbelanjaan mulai menjamur, diantaranya Sentra Grosir Cikarang (SGC). Paling mengerikan, pusat ritel ini dikitari kekumuhan dan jauh dari bersih. Selain itu, depannya terminal bayangan kian menjamur tak beraturan mirip kapal pecah.

Menurut para pedagang, mulai dari ruko hingga PKL tak satupun bisa lolos dari kewajiban retribusi kebersihan. Itulah sebabnya mereka gondok menyaksikan keindahan kota Cikarang jauh dari bersih. Padahal kalau disesuaikan dengan keadaan yang jumlahnya ribuan orang, retribusi kebersihan bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya.

Pantasnya, kepala dinas pasar dan kepala dinas kebersihan Bekasi Kabupaten punya rasa malu dan muka. Begitu juga kepedulian kepala dinas bina marga terhadap kolam-kolam di jalan Yos Sudarso.
Dan juga kepala dinas perhubungan jangan terfokus pencapaian target PAD dari parkir semata. Harusnya, penarikan retribusi angkutan bis dan non bis harus diseimbangkan dengan tertib parkir maupun menghapuskan terminal bayangan.

Karena itu keindahan kota Cikarang sebagai pusat perdagangan dituntut kemauan para kepala dinas terkait tanpa mengedepankan kepentingan pribadi. Jika tidak, Cikarang justru kian tertinggal. Padahal lokasinya tidak jauh dari kawasan industri dan merupakan daerah zona industri terbesar di Asia Tenggara. (SN)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.